
Nilkaz.Com, Kendari — Dewan Pimpinan Daerah Gerakan (DPD) Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengutuk keras yang dilakukan oleh TNI , dalam hal ini Kodim 1413 Buton mengambil meriam peninggalan sejarah Kesultanan Buton yang sempat viral di media sosial, pada Selasa 9 Juli 2024.
Hasir Sekjen DPD GMNI Sultra menilai pengambilan meriam di salah satu Masjid Kadolomoko dan satu lagi meriam di belakang rumah warga di Wajo, tidak sesuai ketentuan yang sehingga, menuai penolakan dari beberapa masyarakat setempat.
“Olehnya itu kami meminta secara tegas kepada bapak Dandrem 143/Ho dan kepada pihak Kodim 1413/Buton untuk tidak mengambil secara sepihak atau memindahkan meriam, sebab ini menjadi warisan leluhur dan aset Kesultanan Buton,” tutur Hasir, Jumat (12/07) di Kendari.
“Perlu diketahui setiap orang dilarang membawa cagar budaya kecuali dengan izin gubernur atau bupati dan walikota sesuai dengan kewenangannya,” sambungnya.
Hasir juga menilai bahwa apa urgensi dalam pemindahan meriam, padahal diketahui meriam tersebut sudah sejak lama berada ditempat itu, ini masih masuk dalam kategori cagar budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari sejarah perjuangan.
“Saya tegaskan kepada bapak Dandrem 143/HO untuk melakukan pendekatan secara humanis bagi aparat atau anggota mengingat saat ini kita sedang menghadapi momentum Pilkada 2024,” ucapnya.
Dia juga menyampaikan jika pihak TNI mau mengambil atau merawat mesti melakukan komunikasi dan sosialisasi dengan pihak pemerintah Baubau, Kesultanan Buton, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Budayawan serta masyarakat setempat agar tidak terjadi penolakan.
“Sungguh sangat sedih dan prihatin melihat kejadian tersebut. Semoga ini menjadi etensi kita bersama untuk mamajukan sultra,” imbuhnya.
“Saya berharap kejadian ini tidak terjadi kembali dan menghimbau kepada seluruh lapisan elemen masyarkat Sultra untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tentunya bisa memecah bela persatuan dan kesatuan kita di Sultra. Apalagi saat ini kita akan menghadapi momentum pilkada pada 27 November 2024 mendatang,” harapnya.
Reporter: Kariadi MR







