Kasus Penghinaan Suku Muna, Diterkrimsus Polda Sultra Lakukan Penyelidikan

oleh -99 Dilihat
oleh

Nilkaz.com, Kendari — Penyelidikan kasus penghinaan Suku Muna melalui postingan di grup Facebook Ombanawulu, pada 7 Juni 2023, terus dilakukan Subsidit Siber Diterkrimsus Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Postingan itu, dinilai telah melakukan penghinaan dan kebencian terhadap warga suku Muna dan resmi dilaporkan oleh aliansi Masyarakat Muna di Polda Sultra pada beberapa hari yang lalu.

Memindaklanjuti hal itu, Polda Sultra saat ini terus melakukan penyelidikan terhadap akun Facebook yang bernama Aldi Aldi.

“Akun Facebook bernama Aldi ini kita sedang selidiki, karena pertama kali memposting yang berbau sara atau penghinaan suku Muna di Grup Facebook,” terang Diskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko, Rabu (14/06)

Bambang mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan akun Fecebook Aldi ternyata akun palsu dan menduga akun palsu tersebut sengaja dibuat untuk isu ujaran kebencian demi kepentingan tertentu.

“Hasil dari profeling menunjukan posisi akun Aldi berada di Sultra. Namun, merupakan akun palsu yang dibuat sejak 27 Mei 2023,” bebernya.

Pihaknya juga telah mendapatkan petunjuk baru untuk mengidentifikasi akun tersebut. Akun bernama Aldi ternyata juga tidak memakai foto asli, tapi memakai foto orang lain yang digunakan sebagai photo profilnya.

“Penyidik telah membuat surat panggilan yang ditujukan pada saudara Rizza Mahdani yang beralamat di Kabupaten, Mojokerto Jawa Timur yang fotonya dijadikan sebagai foto profil akun Facebook Aldi,” ujar Bambang.

Dia melanjutkan, Polda Sultra telah membuat surat laporan yang ditujukan kepada Mabes Polri untuk meminta bantuan Siber Bareskrim Polri dalam hal berkoordinasi ke Meta atau Facebook Indonesia.

“Jadi laporan ini, untuk meminta bantuan dari Tim Siber Polri berkoordinasi dengan Facebook Indonesia, untuk membuka data History, log history, nomor IMEI, IP Adress serta email yang terregistrasi,” imbuhnya.

Dalam penghinaan kasus penghinaan suku tersebut, kata Bambang, pihaknya telah mendapatkan atensi khusus dari Kapolda Sultra, Irjen Pol Teguh untuk menyelesaikan persoalan isu sara tersebut.

Kapolda Sultra berharap agar masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasih dengan isu hoax yang dijadikan sebagai alat untuk memecah belah persatuan dan menimbulkan kesenjangan sosial di Sultra.

“Kami menghimbau, agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” ucapnya.

Tak hanya itu, Dia juga menyampaikan agar tetap waspada terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan isu untuk memecah bela persatuan.

“Mari sama-sama, untuk jaga daerah kita agar tetap kondusif dan tentram,” tutupnya. (Red).

Follow Berita Terkini Nilkaz.com di Google News berikut ini: klik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *