Tembakan Gas Air Mata di Kampus UHO, Ketua BEM Teknik Kecam Tindakan Polisi

oleh -1087 Dilihat
oleh
Ketua BEM Teknik UHO, La Ode Muhammad Ali Sabilah. Foto: Istimewa.

Nilkaz.com, Kendari — Aksi Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menembakkan gas air mata ke dalam Kampus Universitas Halu Oleo (UHO), Senin (12/06/2023), menuai kritik mahasiswa.

Melihat hal itu, Ketua BEM Teknik UHO La Ode Muhammad Ali Sabilah, mengecam tindakan polisi yang telah menggangu kondusifitas dan ketertiban kampus UHO sehingga menggangu konsentrasi perkuliahan mahasiswa.

Tampak tembakan tersebut masuk ke halaman depan Fakultas Teknik UHO, yang menyebabkan mahasiswa di sekitar halaman kocar kacir. Hingga mahasiswa baru sedang memeriksakan kesehatan turut merasakan perih dan sesak napas akibat tembakan gas air mata.

Dia menegaskan bahwaPasal 2 UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam melaksanakan tugas pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan.

“Kita semua disini tau apa yang menjadi tugas dan fungsi pihak kepolisian utamanya mengayomi dan melindungi masyarakat,” ucapnya.

Dengan adanya tindakan aparat kepolisian menembakan gas air mata ke dalam kampus UHO, telah mengganggu civitas akademika, baik itu Mahasiswa dan dosen dalam ruang kuliah maupun kerja-kerja para birokrat kampus. Bahkan dalam waktu libur pun dan tidak mengganggu civitas akademi ini pun tidak boleh terjadi. Hal ini diungkap oleh La Ode Muhammad Ali Sabilah.

Adanya peristiwa tersebut, Ketua BEM Teknik UHO meminta kepada Kapolda Sultra agar bagaimana bisa bersikap tegas kepada anggotanya yang menembakkan gas air mata ke dalam kampus UHO utamanya Fakultas Teknik.

“Dengan kejadian tersebut kami mohon pimpinan Polda Sultra dapat mengendalikan anggotanya supaya tidak bertindak arogan ke area kampus, karena itu fasilitas perkuliahan yang bertujuan mencerdaskan bangsa,” tegas Ober sapaan akrabnya.

Perlu diketahui, masi kata dia, kampus merupakan laboratorium intelektual atau lingkungan pendidikan yang di mana para generasi muda atau generasi bangsa di bentuk dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Harusnya institusi kepolisian itu dan menjaga ketertiban di wilayah tersebut, bukan dengan menembakkan gas air mata ke dalam Kampus yang mengganggu konsentasi akvitas perkuliahan,” tutupnya.

Ia mengingatkan kepada aparat kepolisian agar kejadian ini jangan sampai terjadi lagi dan meminta kepada Sultra untuk dievaluasi terhadap tindakan anggotanya.

“Saya minta agar Kapolda Sultra untuk mengevaluasi anggotanya secara serius atas insiden penembakan gas air mata secara arogan ke dalam kampus kami,” pungkasnya.

Diketahui, penembakan gas air mata itu, berawal dari pembubaran pendemo di Polda Sultra, soal penghinaan salah satu suku di Sultra, yang dipukul mundur sampai di depan Kampus UHO.

Penulis: Redi

Follow Berita Terkini Nilkaz.com di Google News berikut ini: klik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *