Labengki Janjikan Kepuasan Wisata Alam, Benarkah ?

oleh -359 Dilihat
oleh
Eksotis keindahan Wisata Pulau Labengki Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Kariadi

Nilkaz.Com, Konawe Utara — Penasaran dengan Labengki dan ingin berkunjung ke sana ? Sebaiknya jangan langsung percaya dengan iklan komesial yang dipasarkan melalui situs-stus travel agen wisata online, selain yang benar terekomendasi.

Agar tidak penasaran dan kecewa, sebelum memutuskan trip berwisata ke Desa Labengki Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebaiknya mari mengumpulkan informasi penting terkait apa saja yang dibutuhkan untuk sampai ke Labengki.

Selanjutnya setelah sampai disana mau menikmati wisata apa saja dan bagaimana caranya, serta estimasi kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan.

Star dari Kota Kendari ibu kota Provinsi Sultra, dengan tujuan ke Labengki, sebaiknya memilih waktu dini hari meninggalkan rumah alias sebelum subuh sudah harus star, apalagi jika menggunakan mobil rental yang akan menjemput penumpang dibeberapa titik penjemputan tentu membutuhkan waktu beberapa jam berputar di dalam kota.

Prediksikan waktu perjalanan kurang lebih dua jam waktu tempuh meninggalkan Kota Kendari menuju pelabuhan Batu Desa Basule Kecamatan Lasolo, sehingga bisa tiba sebelum pukul 07.30 wita pagi hari di pelabuhan Batu tersebut.

Alternatif lain bisa juga melalui pelabuhan Tanasa di Kecamatan Lalonggasumeeto Kecamatan Konawe, sedikit lebih dekat Kota Kendari, dengan konsekuensi makan waktu sedikit lebih lama diatas kapal.

Jika dibanding melalui pelabuhan Batu di Kecamatan Lasolo Kabupaten Konut yakni menempuh kurang lebih dua jam perjalan menggunakan kapal kayu berkapasitas kurang lebih 30 orang penumpang. Sehingga total waktu tempuh empat jam dari Kendari sampai ke Desa Labengki, alias sebelum waktu solat Dzuhur sekitar pukul 12.00 wita siang.

Alternatif berangkat pagi agar lebih teduh dan ombak masih bersahabat sehingga goyangan kapal tak memancing mual bagi yang tak terbiasa naik kapal kayu.

Wilayah administratif Desa Labengki dihuni kurang lebih 200 KK, dengan luas wilayah Bujur Timur 1,5 km, Lintas Utara 700 m, dan Lintas Barat 700 m persegi, seluruhnya dikelilingi laut dan gunung batu, tersedia 28 homestay milik warga setempat, kisaran tarif satu kamar antara 200 hingga 300 ribu per malam, satu kamar bisa diisi satu atau dua orang tamu, dengan fasilitas spring bed, bantal, kipas angin.

Selain itu, Pemilik rumah juga menyiapkan teh, kopi dan gula serta air panas di termos, yang selalu siap diatas meja tamu, sehingga tamu bisa langsung menyeduh sendiri kapan pun butuh. Harga sudah termasuk sarapan pagi, dan dua kali makan jika dinegosiasi sebelumnya.

Aliran listrik tenaga surya hanya dapat digunakan pada malam hari dan padam sebelum subuh. Namun, ada pula yang menyiapkan jasa sewa mesin genset jika dibutuhkan. Jangan kuatir soal jaringan seluler, dijamin kuat, namun jangan lupa hematkan penggunaan baterai karena hanya dapat dicas pada malam hari.

Wisata Labengki

Dikenalnya Labengki sebagai alternatif wisata di pelosok kepulauan utara Bumi Anoa, menambah pundi-pundi baru mata pencaharian masyarakat, bukan hanya jasa penyewaan homestay namun ikutan pemasukan lain juga menjadi sumber pendapatan warga lokal, misalnya pembuatan aneka cinderamata berbahan dasar kerang, serta hasil laut yang dikeringkan.

Ketua BPD Desa Labengki Harudi, sebelum dimekarkan tahun 2004 Labengki bergabung di Waturambaha Kecamatan Lasolo, dan saat ini masuk Kecamatan Lasolo Kepulauan.

Nama Labengki sendiri mulai terkenal akibat keunikan alamnya, penduduk mayoritas suku Bajo dengan budaya khas dalam mencari kehidupan di laut makin mempopulerkan Labengki.

Keunikan kimaboe sebutan suku Bajo buka hanya indah dari segi pemandangan mata akibat warna warni cangkangnya. Namun, khasiatnya pun tak kalah penting. Dipercaya bisa mengobati beberapa jenis penyakit dalam, seperti pemyakit kuning dan hosa, jika dikonsumsi, menurut penuturan Harudi.

Icon lain di Labengki yang memanjakan mata adalah blulagon, teluk cinta, view raja ampat, danau tobelo, danau kembar dan mercusuar peninggalan perusahaan Jepang bekas lokasi perusahaan mutiara sejak tahun 1996, semua berada di sekitar Desa Labengki.

Keunikan Labengki mengundang minat swasta untuk menginvestasikan fasilitas dan sarana wisata disana. Contoh saja LNR atau Labengki Nirwana Resort yang saat ini menyiapkan kurang lebih 20-an resort yang bisa menampung kurang lebih 50an tamu, dilengkapi musollah, tempat pertemuan, tracking sepanjang gunung batu, flying fox yang semetara dalam pembenahan.

Salam Buton, pengelola LNR saat berdiskusi pada kegiatan Monev Pengelolaan Daya Tarik Wisata oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Konut, Minggu (08/10/2023), berharap dukungan pemerintah khususnya Dinas Pariwisata untuk membantu memaksimalkan pengelolaan wisata di Labengki, agar antara swasta dan pemerintah terjadi sinergitas dalam merangsang kunjungan wisatawan utamanya wisatawan mancanegara.

“Kita berharap ada dukungan dari pemerintah khususnya Kabupaten Konut, untuk bersinergis meenyiapkan fasilitas guna mendukung masuknya tamu ke Labengki,” harap Salam Buton.

Lanjutnya, kekhasan alam yang dimiliki Labengki harus ditunjang dengan edukasi kepada penduduk setempat kesadaran akan kebersihan dan standar pelayanan, yang harus diedukasi, sebab tamu tidak hanya benikmati wisata alam namun juga berinteraksi dengan penduduk, dan menikmati kenyamanan.

LNR sendiri menyiapkan konsep wisata bahari dalam pelayan jasa wisata, berupa branding atraksi area maritim kehutanan dan maritim konservasi adventure, snorkeling diving.

“Selain wisata alam maritim dan kehutanan petualangannya, ada juga atraksi masyarakat di Labengki, bagaimana melihat mereka cara buat perahu, bagaimana proses pengolahan dan pengeringan ikan yang diawetkan, dan aktivitas lain dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya misal pergi meti-meti,” tutur Salam Buton manager operasional LNR.

Musim kunjungan turis ke LNR rata-rata di musim timur alias memasuki bulan Juli hingga September, dan sudah terjadwal beberapa bulan. Namun, untuk lokal bisa booking satu bulan sebelumnya, minimal tamu dua orang, untuk harga kisaran 4-5 juta per orang hitungan dua malam.tiga hari.

“Harga tergantung paketan, untuk LNR sendiri harga diatur pihak manajemen kantor, disini hanya pelayanan tamu,” urai Salam Buton.

Dinas Pariwisata Konawe Utara, mengajak swasta dan masyarakat untuk berkolaborasi meningkatkan pengelolaan pariwisata di Labengki.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Utara Ir. Riyas Aritman, SP, M.Si menyampaikan pihak saat ini tengah berbenah agar ritme pariwisata di Labengki berjalan seiring dengan pelibatan swasta dan masyarakat.

“Pemerintah harus hadir disini untuk menjawab kebutuhan bagaimana pariwisata di Labengki terus meningkat, ada kolaborasi masyakarat dan swasta sehingga bisa menaikan pendapatan bagi semua,” urai Ir. Riyas Aritman, SP, M.Si Kadis Pariwisata Konawe Utara.

Penulis: Kariadi/Del

Follow Berita Terkini Nilkaz.com di Google News berikut ini: klik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *